Bagaimana sebuah material dapat membawa cerita tentang budaya, tempat, dan identitas ke dalam sebuah karya kontemporer?
Pertanyaan tersebut menjadi titik berangkat Totem, instalasi hasil kolaborasi VIRO dan TMS Creative dalam Jakarta Interior Design Festival (JIDF) 2026. Melalui perpaduan bentuk berlapis, permainan warna, dan teknik anyaman fiber, karya ini menerjemahkan inspirasi budaya lokal menjadi eksplorasi desain yang dapat dialami secara visual dan spasial.
Mengusung konsep Threads of Place, Totem mengambil inspirasi dari warisan budaya Sumba, Nusa Tenggara Timur. Lebih dari sekadar objek visual, instalasi ini mengeksplorasi hubungan antara angin, tanah, manusia, dan tempat, elemen-elemen yang bersama-sama membentuk identitas sebuah ruang.
Threads of Place: Menenun Cerita tentang Tempat
Bagi TMS Creative, Totem menjadi medium untuk mengekspresikan seni sekaligus menginterpretasikan ruang. Konsep Threads of Place berangkat dari gagasan bahwa identitas sebuah tempat tidak terbentuk secara terpisah, melainkan melalui hubungan antara alam, manusia, dan lingkungan yang melingkupinya.
Inspirasi dari Sumba kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk Totem yang berlapis, dengan susunan garis anyaman serta kombinasi warna dan karakter fiber yang berbeda. Pendekatan ini menghadirkan interpretasi kontemporer terhadap kekayaan lokal, tanpa melepaskan hubungan karya dengan cerita yang melatarbelakanginya.
Melalui komposisi bentuk, tekstur, dan warna, Totem mengajak setiap pengunjung membangun persepsi personal terhadap instalasi. Karya ini tidak hanya menjadi objek untuk dilihat, tetapi juga ruang untuk mengamati bagaimana material dan desain dapat menyampaikan cerita.
Fiber Hyacinth VIRO: Material sebagai Bagian dari Cerita
Dalam proses perancangan Totem, pemilihan material menjadi bagian penting untuk menerjemahkan konsep menjadi bentuk nyata. TMS Creative mengeksplorasi berbagai kombinasi warna dan teknik anyaman menggunakan fiber Hyacinth dari VIRO, dengan karakter material yang fleksibel untuk mendukung kebutuhan desain.
Eksplorasi tersebut memperlihatkan bahwa material tidak hanya berfungsi sebagai elemen pembentuk. Karakter fiber, susunan anyaman, dan permainan warna turut menentukan identitas visual serta memperkuat narasi yang ingin disampaikan melalui karya.
Kolaborasi antara TMS Creative dan VIRO juga membuka ruang diskusi mengenai bagaimana material dapat diolah agar selaras dengan kebutuhan desain. Melalui proses pencocokan warna dan eksplorasi karakter fiber, setiap keputusan material menjadi bagian dari perjalanan kreatif untuk menemukan komposisi yang tepat.
Di sini, anyaman berperan lebih dari sekadar teknik pengerjaan. Ia menjadi bahasa visual yang menghubungkan inspirasi budaya dengan ekspresi desain kontemporer.
Dari Gagasan Menuju Realisasi: Kolaborasi Desain dan Engineering
Mewujudkan Totem tidak berhenti pada pengembangan konsep dan visual desain. Setelah rancangan ditentukan, TMS Creative mengirimkan gambar desain kepada VIRO untuk didiskusikan lebih lanjut, termasuk mengenai penerapan material dan kebutuhan teknis dalam proses pembuatannya.
Dukungan engineering VIRO menjadi bagian penting dalam menjembatani gagasan dengan eksekusi. Bentuk Totem diwujudkan melalui struktur frame yang dipadukan dengan fiber, dengan perhatian pada detail sambungan, komposisi anyaman, serta dudukan lampu.
Proses ini menuntut keselarasan antara desain dan konstruksi. Struktur perlu mendukung bentuk yang direncanakan, sementara susunan anyaman dan pilihan warna harus tetap menjaga karakter visual karya.
Melalui kolaborasi tersebut, VIRO tidak hanya menyediakan material, tetapi turut mendukung proses penerjemahan desain menjadi objek yang dapat direalisasikan. Sinergi antara kreativitas TMS Creative dan dukungan teknis VIRO menjadi bagian dari bagaimana ide, material, serta pengerjaan bertemu dalam satu karya.
Totem: Ketika Anyaman Bertemu Cahaya
Salah satu aspek Totem adalah potensinya sebagai instalasi yang juga menghadirkan fungsi pencahayaan melalui bentuk lampu. Perpaduan struktur, fiber, anyaman, dan elemen pencahayaan menciptakan kesempatan untuk mengeksplorasi hubungan antara material dan atmosfer ruang.
Dalam konteks JIDF 2026 yang mengusung tema QUINTESSENCE: Rooted Soul of Space, pendekatan tersebut relevan dengan eksplorasi desain yang tidak berhenti pada tampilan visual, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana ruang dan elemen di dalamnya membangun pengalaman bagi pengunjung.
Susunan anyaman menghadirkan tekstur dan ritme, sementara komposisi bentuk serta pencahayaan memperkaya cara instalasi dipersepsikan. Totem menjadi contoh bagaimana sebuah material dapat dieksplorasi untuk membentuk karakter objek sekaligus berkontribusi pada pengalaman ruang.
Sustainable Material, Infinite Possibilities
Menurut TMS Creative, fiber VIRO, khususnya Hyacinth yang digunakan pada Totem, memiliki potensi untuk mendukung eksplorasi bentuk, tekstur, dan aplikasi baru dalam desain. Berdasarkan materi proyek, fiber ini menggunakan HDPE dan dikembangkan dengan mempertimbangkan ketahanan terhadap sinar UV serta kelembapan untuk mendukung stabilitas penggunaan jangka panjang.
Storyboard proyek juga menyoroti inovasi Eco Vaux dan pengembangan compound sebagai bagian dari upaya VIRO membuka lebih banyak kemungkinan dalam eksplorasi material.
Bagi VIRO, potensi tersebut tidak hanya terletak pada karakter material, tetapi juga pada bagaimana material dapat diterapkan melalui proses desain yang kolaboratif. Ketika desainer memiliki ruang untuk mengeksplorasi pola, warna, dan bentuk, anyaman dapat melampaui penggunaan konvensional dan menemukan peran baru dalam karya kontemporer.
Melalui Totem di JIDF 2026, VIRO dan TMS Creative memperlihatkan bagaimana inspirasi budaya, kreativitas desain, dan rekayasa material dapat berpadu dalam satu instalasi.
Threads of Place menjadi pengingat bahwa setiap material memiliki kemungkinan untuk membawa cerita. Dengan kolaborasi yang tepat, cerita tersebut dapat diterjemahkan menjadi karya yang tidak hanya memiliki karakter visual, tetapi juga menghadirkan pengalaman dan makna.
Arsitek: TMS Creative
Fabrikator: ViroBuild
Material: VIRO Hyacinth
Event: Jakarta Interior Design Festival (JIDF) 2026, 21–24 Oktober 2026
Lokasi: Nirmana Falatehan, Blok M, Jakarta Selatan.

