VIRO Menyatukan Material, Sustainability, dan Identitas Arsitektur di ITB Berlin 2026

Ketika Indonesia hadir di panggung pariwisata global, representasi sebuah negara tidak hanya disampaikan melalui destinasi dan pengalaman, tetapi juga melalui bagaimana identitasnya diterjemahkan ke dalam ruang.

Di ITB Berlin 2026, Paviliun Indonesia menghadirkan pendekatan tersebut melalui sebuah ruang yang mempertemukan identitas arsitektur Indonesia dengan cara pandang material yang lebih kontemporer. Didesain oleh arsitek Andra Matin dan didukung oleh VIRO, paviliun ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan wajah Indonesia yang berakar pada karakter lokal, namun tetap relevan dalam konteks global.

Architecture as a Representation of Indonesia

Architecture as a Representation of Indonesia

Sebagai salah satu ajang pariwisata B2B internasional utama, ITB Berlin mempertemukan pelaku industri pariwisata, hospitality, destinasi, hingga berbagai pemangku kepentingan dari berbagai negara. Pada 2026, Indonesia membawa kampanye #GoBeyondOrdinary, dengan Paviliun Indonesia menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai pengalaman dan kekayaan pariwisata Indonesia kepada pasar internasional.

Namun, sebelum sebuah pengalaman dapat diceritakan, ia terlebih dahulu dapat dirasakan melalui ruang.

Karena itu, desain Paviliun Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai tempat bertemu dan beraktivitas, tetapi juga menjadi bagian dari narasi tentang Indonesia itu sendiri. Pendekatan arsitektur Andra Matin menerjemahkan karakter Indonesia melalui bentuk, material, tekstur, dan atmosfer yang terasa dekat dengan alam. Di sinilah material memiliki peran penting.

Virothatch: Material Expression, Engineered Performance

Dalam paviliun ini, Virothatch digunakan untuk membawa ekspresi yang identik dengan arsitektur tropis Indonesia ke dalam konteks pameran internasional.

Secara visual, Virothatch mengambil inspirasi dari karakter atap alang-alang tradisional. Material ini menggunakan HDPE dan dirancang sebagai alternatif thatch yang menghadirkan tampilan natural sekaligus menawarkan performa yang lebih terukur. VIRO menyediakan varian dengan permukaan dan karakter berbeda, termasuk Virothatch Bali dengan tampilan yang lebih halus dan Virothatch Java dengan tekstur yang lebih kuat.

Pendekatan ini menciptakan dialog antara sesuatu yang familiar dengan sesuatu yang modern.

Nuansa material yang mengingatkan pada arsitektur tropis tidak harus berhenti pada interpretasi tradisional. Dengan teknologi material, karakter tersebut dapat diterjemahkan kembali untuk kebutuhan arsitektur kontemporer secara lebih konsisten dan terkontrol, serta dapat diaplikasikan dalam berbagai konteks desain.

Ketika Tradisi Diterjemahkan melalui Material Modern

Penggunaan Virothatch pada Paviliun Indonesia memperlihatkan bagaimana elemen yang memiliki kedekatan kuat dengan arsitektur Nusantara dapat memperoleh kehidupan baru melalui teknologi material.

Atap tidak lagi hanya dipahami sebagai elemen pelindung bangunan. Ia dapat menjadi bagian dari identitas visual sebuah ruang.

Tekstur serat, susunan material, bayangan, serta kualitas permukaan menciptakan pengalaman yang secara visual membawa pengunjung pada asosiasi terhadap lanskap tropis Indonesia.

Namun, ekspresi tersebut hadir melalui material yang dikembangkan untuk kebutuhan arsitektur modern.

Virothatch memiliki karakter weatherproof, low-maintenance, serta tersedia dengan opsi built-in fire retardant. Material ini juga diproduksi menggunakan HDPE dan dapat didaur ulang. Karakter tersebut memungkinkan ekspresi natural diterapkan dengan mempertimbangkan performa yang relevan untuk berbagai kebutuhan arsitektur dan hospitality.

Beyond Material

Pada akhirnya, Paviliun Indonesia bukan hanya tentang bagaimana Indonesia ditampilkan di Berlin. Ia juga menjadi refleksi tentang bagaimana identitas arsitektur Indonesia dapat terus berkembang.

Melalui kolaborasi bersama Andra Matin dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, VIRO turut mendukung perjalanan tersebut dengan menghadirkan material yang menghubungkan natural expression dengan engineered performance, sekaligus membawa salah satu karakter kuat arsitektur tropis Indonesia ke panggung internasional.

Arsitek: Ir. Isandra Matin Ahmad (Studio Andra Matin)
Fabrikator: ViroBuild – ViroLab
Produk: ViroThatch
Lokasi: Berlin Expo Center, Germany