CONNECT 2026: Ketika Material Menjadi Media untuk Terhubung Melalui Instalasi “The Whisper Tree”

Di tengah ruang pamer yang dipenuhi berbagai bentuk, warna, dan narasi, sebuah booth dapat menjadi lebih dari sekadar ruang untuk menampilkan sesuatu. Ia dapat menjadi tempat untuk berhenti sejenak, berinteraksi, dan membangun sebuah hubungan.

Melalui kolaborasi bersama Alex Abbad dalam proyek CONNECT pada tanggal 23–25 Januari 2026, VIRO turut mendukung eksplorasi desain booth yang berangkat dari gagasan sederhana namun personal: The Whisper Tree. Sebuah konsep tentang bisikan, kepercayaan, dan hubungan yang tercipta ketika seseorang memilih untuk berbagi sesuatu yang hanya boleh didengar oleh orang lain.

VIRO sebagai Sustainable Material Solution 1

The Whisper Tree: Tentang Kepercayaan yang Dibisikkan

The Whisper Tree berangkat dari pengalaman Alex Abbad terhadap sebuah pohon besar yang berada di dekat rumahnya. Pohon tersebut menjadi semacam pendengar yang senyap, hadir tanpa menghakimi, tanpa menyela, dan tanpa menyampaikan kembali apa yang dipercayakan kepadanya.

Pohon tidak hanya dilihat sebagai elemen alam, tetapi sebagai saksi yang telah berada di suatu tempat jauh lebih lama daripada manusia yang datang dan pergi. Ia menyimpan keheningan, waktu, dan cerita.

Ketika seseorang berbisik kepada orang lain, terdapat sebuah kepercayaan di dalamnya. Ada sesuatu yang disampaikan dengan suara rendah karena tidak ditujukan untuk semua orang. Ketika bisikan tersebut dijaga, terciptalah sebuah hubungan, sebuah koneksi yang dibangun atas dasar kepercayaan.

Dari Pohon Menjadi Ruang

The Whisper Tree tidak hanya dirancang sebagai objek visual, tetapi sebagai medium yang mengajak pengunjung untuk mengalami konsep tentang koneksi secara lebih personal. Pohon menjadi titik inspirasi sekaligus simbol. Ia merepresentasikan sesuatu yang hidup, bertumbuh, berakar, dan memiliki hubungan dengan lingkungan di sekitarnya.

Di sisi lain, struktur dan material membentuk cara manusia berinteraksi dengan ruang tersebut. Elemen-elemen desain tidak hanya hadir untuk menciptakan estetika, tetapi juga membangun atmosfer yang lebih intim, tempat seseorang dapat mendekat, berhenti, berbicara, dan mendengarkan.

VIRO sebagai Sustainable Material Solution 1

VIRO sebagai Sustainable Material Solution

Bagi VIRO, kolaborasi dalam CONNECT bukan sekadar menghadirkan material ke dalam sebuah desain. Material menjadi bagian dari cara sebuah gagasan diterjemahkan menjadi bentuk yang dapat dilihat dan dirasakan.

Karakter anyaman VIRO memungkinkan eksplorasi terhadap tekstur, pola, transparansi, dan permainan cahaya. Karakter tersebut memberikan dimensi pada ruang sekaligus menciptakan hubungan visual antara manusia, material, dan lingkungan.

Anyaman tidak lagi hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif. Ia dapat menjadi kulit bangunan, pembatas, filter cahaya, sekaligus medium yang menciptakan rasa kedekatan dan keterbukaan. Pendekatan ini sangat sesuai dengan gagasan The Whisper Tree: sesuatu yang tidak sepenuhnya tertutup, namun juga tidak sepenuhnya terbuka. Ada batas yang memungkinkan sebuah percakapan terasa lebih personal.

Ketika Material Menjadi Bagian dari Cerita

Kolaborasi VIRO dan Alex Abbad menunjukkan bahwa sebuah material dapat memiliki peran yang lebih jauh daripada fungsi teknisnya. Anyaman dapat membawa tekstur. Tekstur dapat membangun suasana. Suasana dapat memicu interaksi. Dan dari interaksi tersebut, sebuah koneksi dapat terbentuk.

Pada akhirnya, CONNECT bukan hanya tentang sebuah instalasi artistik. Ia adalah tentang bagaimana desain dapat menciptakan ruang untuk saling terhubung, antara manusia dengan manusia, manusia dengan material, dan manusia dengan alam.

Seperti sebuah pohon yang telah berdiri diam selama bertahun-tahun, mendengarkan tanpa berkata apa-apa, ruang ini mengingatkan kita bahwa terkadang koneksi tidak membutuhkan banyak suara.

Arsitek: ViroLab
Fabrikator: ViroBuild
Produk: Hyacinth
Lokasi: ICE BSD, Tangerang