VIRO Perluas Eksistensi Anyaman Sintetis Indonesia ke Pasar Malaysia lewat ARCHIDEX 2026

VIRO kembali memperluas jangkauan industri material arsitektur melalui partisipasinya di ARCHIDEX 2026, yang berlangsung pada 29 Juli–1 Agustus 2026 di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur. Kehadiran VIRO menjadi bagian dari langkah untuk memperluas potensi inovasi material anyaman sintetis kepada pasar Malaysia, sekaligus membuka peluang kolaborasi dan memperluas jaringan VIRO di kawasan regional.

Melalui booth VIRO, pengunjung dapat melihat secara langsung berbagai solusi material yang dikembangkan untuk kebutuhan arsitektur dan interior, mulai dari kategori Thatch dan Surfaces hingga beragam tipe anyaman sintetis dengan karakter, pola, dan aplikasi yang berbeda

VIRO Perluas Eksistensi Anyaman Sintetis Indonesia ke Pasar Malaysia lewat ARCHIDEX 2026

Memperkenalkan Anyaman Sintetis sebagai Material Arsitektur

Selama ini, teknik anyaman memiliki keterkaitan yang kuat dengan tradisi dan craftsmanship di Asia Tenggara. Namun, VIRO melihat bahwa perkembangan teknologi material membuka kemungkinan baru untuk menghadirkan karakter anyaman dalam bentuk yang lebih durable, konsisten, dan sesuai dengan kebutuhan arsitektur modern.

Melalui material ecovaux, tampilan dan karakter visual anyaman dapat diterapkan pada berbagai kebutuhan, baik untuk elemen interior maupun eksterior. VIRO memperkenalkan bahwa anyaman tidak hanya identik dengan material natural atau produk kerajinan tradisional, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi material arsitektural dengan performa dan fleksibilitas yang relevan dengan kebutuhan desain kontemporer.

Beragam tipe anyaman yang ditampilkan di booth VIRO juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk melihat secara langsung perbedaan pola, tekstur, dan karakter material yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan desain.

Membuka Dialog dengan Pasar Malaysia

VIRO ingin memperkenalkan karakter material serta membangun awareness di kalangan arsitek, desainer, developer, dan pelaku industri Malaysia mengenai potensi anyaman sintetis sebagai material arsitektur. Dengan bertemu langsung dengan para profesional di industri dengan memahami kebutuhan dan preferensi pasar Malaysia.

Hal ini menjadi semakin relevan karena ARCHIDEX 2026 diproyeksikan menarik sekitar 40.000 pengunjung dan mempertemukan pelaku industri dari berbagai negara dan wilayah. Penyelenggara juga menempatkan ARCHIDEX sebagai platform yang menghubungkan buyers, specifiers, architects, designers, dan developers dalam ekosistem built environment regional.

Bagi VIRO, ruang tersebut menjadi kesempatan untuk membuka percakapan baru mengenai bagaimana material anyaman dapat diterapkan dalam proyek-proyek arsitektur dan interior di Malaysia.

Memperluas Pasar melalui Kolaborasi

Memperluas Pasar melalui Kolaborasi

Melalui ARCHIDEX, VIRO tidak hanya membawa produk Indonesia ke pasar baru, tetapi juga membuka peluang untuk memahami bagaimana material VIRO dapat beradaptasi dengan kebutuhan regional.

Pada akhirnya, partisipasi VIRO di ARCHIDEX 2026 merupakan langkah untuk memperkenalkan anyaman sintetis sebagai alternatif material arsitektur yang memiliki nilai estetika sekaligus potensi aplikasi yang luas.

Dengan mempertemukan inovasi material, dan kebutuhan desain kontemporer, VIRO berharap dapat membangun awareness yang lebih luas di Malaysia sekaligus membuka jalan bagi kolaborasi baru di pasar regional.

ARCHIDEX menjadi salah satu langkah VIRO dalam membawa perspektif bahwa anyaman bukan sekadar teknik craftsmanship, tetapi juga dapat berkembang menjadi bahasa material untuk arsitektur masa kini.

Produk: VIRO Thatch, VIRO Surfaces, dan berbagai tipe anyaman sintetis
Lokasi: Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur, Malaysia